Thursday, December 8, 2011

kekuatan super sebuah senyum

Salah satu hal yang paling membuat gw bahagia adalah ketika orang tersenyum sama gw. Entah sekilas apapun senyum itu.

Ingat masa-masa ketika rasanya hidup ini begitu melelahkan dan minta ditabok? Masa-masa dimana kelas dimulai begitu pagi padahal jiwa sendiri belum terbangun? Masa-masa dimana sepertinya semua orang maupun benda tak hidup mendorongmu untuk marah terhadap entah-apapun-itu? Masa-masa dimana sepanjang hari mendung, dingin dan tidak ada matahari? Mengesalkan. Rasanya ingin berteriak. 

Dan entah bagaimana, entah itu di subway atau jalan atau lorong gedung atau entah-dimanapun-itu, ada seseorang yang sepertinya dikirimkan untuk tersenyum dihadapanmu, entah dia adalah tetanggamu atau orang yang tak kau kenal atau teman sekelasmu. Dan kemudian, dengan sendirinya, senyum juga mengembang diwajahmu.

Hal itu sepertinya sering sekali gw alami. Dan kekuatan super dari sebuah senyum bisa dengan ajaib membuat beban gw jauh lebih ringan, membuat hati gw mengembang dan menari (terlalu hiperbol? =P). 


By the way, mungkin gw agak gila, tapi ketika tidak ada yang tersenyum sama gw, gw suka sekali bikin gambar smiley di sela-sela pelajaran buat mendorong diri gw sendiri buat tersenyum, supaya paling tidak, dibalik semua beban yang rasanya mendorong gw ke bawah, gw masih bisa menarik diri gw ke atas, mempertahankan diri gw untuk berdiri tegak dan menunjukkan pada diri gw sendiri bahwa semua itu tidak seberat apa yang gw pikirkan. Seulas senyum, entah dari siapapun itu, begitu berarti; termasuk sebuah senyum yang kau buat untuk dirimu sendiri. 

Satu hal dari senyum yang lebih gw suka lagi adalah ketika senyum kecil dari wajah gw bisa membentuk senyum di wajah orang lain, mengingat bahwa memberi lebih berharga daripada menerima. Dan gw rasa (paling tidak, berharap), bahwa efek dari senyum yang gw beri pada orang itu juga seheboh efek dari senyum yang gw terima. Karena itu, smile as much as you can and share it as often as you can.


=)
[3 - 07/12/11]
[13.41]

Wednesday, December 7, 2011

Madre - Dewi Dee Lestari (2011)

Ini buku Indonesia pertama yang gw baca sejak hampir 2 tahun (gw baca buku ini sekitar hari Senin kemarin; thanks to my lovely friends, Calvin, William, Santy) dan buku Dewi Dee Lestari pertama yang gw baca. Dan setelah baca, kesimpulannya adalah gw suka sekali sama gaya cerita dia, cara pikir dia dan cara dia merubah kata jadi jalinan cerita yang luar biasa.

Buku ini berisi prosa dan cerpen. Gw lebih suka sama cerpen dia daripada prosanya (anyway, gw bukan big fan of prose). Yang paling gw suka dari semua cerpen didalam buku itu adalah 'Madre' dan 'Menunggu Layang-Layang', yang adalah cerpen pertama dan terakhir dalam buku itu.

Pada halaman-halaman pertama, gw sedikit ragu karena kata pengantar dari sang editor yang sepertinya kurang mampu mengedit (harus diakui bahwa gw bukan penulis pro atau sarjana Bahasa Indonesia atau apapun yang mengarah kesana, tapi ada beberapa kata yang sepertinya salah pemakaian atau bahkan sebenarnya tidak ada, meskipun pendapat gw sendiri patut diragukan), tapi ternyata buku ini WOW sekali.

'Madre' menceritakan sebuah toko roti yang sudah lama 'tertidur' dan akhirnya bangkit lagi setelah ada keturunan dari 'biang roti' yang datang, menyadari 'charm' si 'biang roti' dan mulai 'menyayanginya' (well.., you need to read it to understand =P).
Apa yang gw suka adalah bagaimana cerpen ini membuat gw tersenyum (nyaris tertawa) dan beberapa rasa lainnya. Yah.., mungkin ada beberapa hal yang buat gw kurang masuk akal seperti wanita pebisnis muda yang somehow mau menjalin hubungan sama pria yang kurang jelas pekerjaannya, tapi gw rasa, apapun mungkin aja terjadi meskipun itu tidak (atau belum) terjadi di hidup gw.
Cerita ini juga mengajar gw buat melihat hidup dari sisi yang lebih luas, bahwa hidup bisa berubah dalam hitungan detik dan perubahan yang kita pikir membawa kita ke 'ketidakjelasan' bisa jadi membawa kita ke hal yang luar biasa; dan bahwa 'komitmen' terkadang harus 'diberikan' dan 'kebebasan' harus 'dilepaskan' (yang menginspirasi gw untuk membuat blog ini).

'Menunggu Layang-Layang' menceritakan dua orang yang berteman, seorang laki-laki yang menunggu dan seorang perempuan yang mencari (gw rasa, gw lebih suka cerpen yang ini daripada 'Madre').
Apa yang gw suka adalah analogi-analogi yang dipakai sama Dee (analogi 'layang-layang' dan 'ikan lele'). Selain itu, gw juga suka sekali pada fakta bahwa dia tidak mempermasalahkan hal-hal 'kecil' seperti 'pernikahan' atau 'kesucian' (atau dengan kata lain, hal-hal 'sepele' yang suka dipermasalahkan orang pada umumnya).
Cerpen ini mengajar gw bahwa terkadang si 'cinta' yang kita cari berada begitu dekat hingga kita takut untuk meraihnya karena itu berarti bahwa kita merusak semua yang ada demi sesuatu yang belum pasti atau bahkan sesuatu yang belum tentu ada. Mungkin cerita klise, tapi cara Dee menulisnya membuat semuanya berbeda.

Selain dua cerpen itu, gw juga suka sekali sama cerpen yang dibuat untuk Baby yang lagi dikandung Dee (cara dia bercerita bahwa dialah yang dikandung dan bukan mengandung) dan ada cerpen yang membuat gw agak-agak bingung, meskipun gw somehow sedikit mengerti (cerpen yang judulnya 'Guruji'). Intinya, buku ini penuh warna dan tidak monoton.

Kesimpulannya, gw rasa semua orang harus baca buku ini (hiperbola tapi nyata), karena buku ini menginspirasi dan membuat hidup kita diisi sama beberapa analogi-analogi baru yang membuat kita yang membacanya berdecak kagum. Lebih dari itu, buku ini meninggalkan jejak di hati gw dan membuat gw menghela napas 'sedih' ketika buku ini sudah selesai dibaca.


=)
SVialli
[3 - 07/12/11]
[12.50]

tentang blog ini dan gw

Biasanya blog gw itu di apaapaapa.blogspot.com. Tapi berhubung udah lama ga diisi sama posting-an baru, gw jadi kepikiran buat bikin blog baru, yang namanya uponaweek.blogspot.com (sebenarnya mau dikasih nama onceuponaweek, tapi udah ada yang pake nama itu).

Kenapa 'upon a week'?
Karena setelah dipikir-pikir (dan dirasa-rasa), gw kayaknya jarang banget berkomitmen atau terikat sama hal apapun, kecuali nulis daily log book gw dan hal-hal yang emang harus gw lakukan (mis.: sekolah). Hal-hal kecil yang gw bilang bakal gw lakuin, kayak les piano, belajar gitar, ga pernah lancar gw lakuin, entah dengan alasan bosan atau kurang waktu atau entah-apa-itu (les piano cuma berlangsung sekitar 3 bulan dan belajar gitar masih berlanjut meskipun gw kurang konsisten latihan. 
Jadi, gw bersolusi bahwa paling engga, gw harus mulai latihan buat berkomitmen terhadap sesuatu, yang ga lain ga bukan adalah pada blog ini (meskipun mungkin ga bakal ada yang baca atau apapun itu). Gw berkomitmen buat paling engga nulis satu post dalam satu minggu (terinspirasi setelah ngebaca kumpulan cerpen dan prosa Dewi Dee Lestari - 'Madre').

Siapa gw?
Pelajar Indonesia di Berlin, Jerman. 


=)
SVialli
[3 - 07/12/11] [6 - 04/02/12]
[11.47] [21.40]