Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

Thursday, March 1, 2012

The Vow (2012)

More info: here.


Hari Selasa kemarin, gw baru nonton nih film setelah sekian lama nunggu nih film keluar dan ngelewatin musim ujian. 


Gw tertarik nonton film ini gara-gara:
  • Nonton trailer-nya: disini.
  • Ada si ganteng Channing Tatum dan si cakep Rachel McAdams. Mereka berdua pernah main di film yang based on novelnya Nicholas Sparks (filmnya ga sebanding sama novelnya).
Film ini nyeritain:
  • Paige yang hilang ingatan gara-gara kecelakaan. Dia lupa sama apapun yang terjadi dalam 5 tahun terakhir dan itu berarti bahwa dia ngelupain Leo yang adalah suaminya.
  • Leo berusaha ngebuat Paige ingat dan jatuh cinta sama dia lagi. Sayangnya setelah semua usaha dia, mereka akhirnya cerai.
  • Mereka ngejalanin hidup masing-masing. Paige yang ngejalanin kehidupan 'lama' dia akhirnya menemukan bahwa dia ngambil keputusan-keputusan yang sama kayak yang dia ambil dalam 5 tahun yang hilang dalam ingatan dia.
  • Paige dan Leo ketemu lagi dan mulai lagi dari 'awal'.
Ada beberapa kalimat yang gw suka dari film ini (kira-kira kayak gini):
  • Dari Leo ke Paige setelah Paige bilang dia pengen suatu hari nanti, dia bisa cinta sama seseorang sebesar cinta yang dikasih Leo ke dia ('I wish that I would be able to love someone as deep as you love me'): 
'You did once. You can do it again.'
  • Paige:
'My hands remember things that my brain doesn't.'



Menurut gw, film ini adalah film yang oke tapi nanggung banget.
Film ini ga bikin orang sedih-sedih banget (berhubung gw ga ngerasa pengen nangis atau semacamnya), meskipun kalau dipikir-pikir, cerita nih film seharusnya bisa ngebuat orang nangis banjir.
Happy ending-nya terasa janggal dan ngebuat gw ngerasa kalau nih film seharusnya ga sependek itu. Adegan terakhir yang ditampilin adalah mereka berdua yang ketemu lagi setelah sekitar setahun(?) plus ditutup dengan kata-kata yang ngejelasin kalau Paige ga pernah ingat lagi dan bahwa film ini didasari dari kisah nyata. 


Anyway, setelah nonton film ini, gw rasa hampir semua cewe bakal berharap bahwa ada cowo kayak si Leo yang cinta sama dia. Tentu aja, gw juga berharap kayak gitu, tapi minus kecelakaan dan hilang ingatan. =P


=)
SVialli
[23.34]
[4 - 01/03/12]

Friday, February 24, 2012

Wandeukyi / Punch (2011)

Tiket Berlinale 2012 - Film: Wandeukyi
More info: here. 


Gw nonton film ini sehari sebelum ujian, mengingat bahwa gw belum punya mood buat belajar (FYI, ujiannya sebenernya ga susah, berhubung si dosen sangat baik sekali karena udah bilang kalau cuma perlu belajar dari latihan ujian yang udah dia kasih). Anyway, (1) dalam ketidakinginan gw untuk mendekam di rumah dan (2) mengingat bahwa gw dah lama ga nonton sendiri dan (3) bahwa gw baru sempet nonton satu film yang ikut Berlinale 2012 dan (4) bahwa tiketnya sangat murah (gw lihat di website, harganya 3€ dan ternyata pas gw beli langsung pake student card, cuma 1,50€), gw pergi nonton nih film (untung masih ada tiket pas gw dateng kesono).


Banyak orang Korea beredaran di dalam bioskop dan btw, somehow di baris tempat gw duduk, berderet orang-orang yang nonton sendiri (nyebelinnya, cowo yang duduk sebelah gw tidur dan ngorok(!!!), gw pengen tabok tuh orang berhubung dia kayak ga ada apresiasi sama sekali sama nih film yang bagus banget, bagusnya, dia keluar di tengah film).


Kesan gw sebelum/setelah/pas nonton:
  • Awalnya sih, gw kurang yakin pengen nonton nih film, berhubung yang maen kayaknya ga ada yang ganteng (yeahh.., i could be so simple-minded). Dan gw pikir, ceritanya tuh biasa dan cuma mau nyorot hal-hal menyedihkan (gw ga nonton trailer-nya, cuma baca deskripsi film) karena ada kombinasi yang sering banget muncul, orang kelas menengah ke bawah, orang yang agak terbelakang, anak sekolah bandel yang punya bokap yang 'memalukan', guru yang suka ngomel-ngomel tapi sebenarnya perhatian. Dan hell yeah.., ternyata pas gw nonton (meskipun gw masih agak ragu pas beberapa menit pertama), gw suka banget sama kombinasi yang ditampilin sama film ini. 
  • Film ini nyeritain tentang sesuatu yang 'berat' tapi pake gaya yang lucu. Bisa dibilang kalau nih film ngebawa gw ketawa di sepanjang film (FYI, bukan cuma gw yang ketawa, tapi hampir semua orang yang nonton film ini di studio itu).
  • Film ini ngangkat soal masalah kelas mengengah ke bawah, diskriminasi ras dan imigran. Meskipun gw ga tinggal di Korea, berhubung gw orang Indonesia (yang masih merupakan negara 'berkembang' di Asia) dengan 'ras' minoritas dan merupakan pelajar 'imigran' di Jerman, gw rasa, gw bisa cukup 'ngertiin' dan 'ngerasain' apa yang ditampilin film ini. 
  • Selain itu, film ini juga nyeritain soal 'passion'. Si anak 'bandel' yang punya nilai jelek terus-terusan dan suka berantem, ternyata lebih punya 'talent' dan 'passion' di bidang lain, yang adalah boxing. Dari berantem ugal-ugalan di jalanan, jadi seseorang yang 'berantem' with rules. 
  • Di luar hal itu, film ini juga ngasih lihat soal 'guru'. Seorang guru yang 'memotivasi' dan 'ngajar' muridnya bukan pake cara-cara 'biasa' (meskipun gw kayaknya ga pernah ketemu guru yang unik banget kayak gitu). 
  • Di samping semua itu, film ini juga nyeritain soal keluarga, teman, apa hal yang sebenarnya 'memalukan' dan patut 'dibanggakan', soal 'prinsip', mimpi dan hal-hal lain yang 'penting'.
  • Berhubung nih film diangkat dari novel, gw wondering apakah emang tuh novel juga 'witty' kayak gini) dan gw jadi pengen baca novelnya juga (meskipun kayaknya belum ada yang terjemahannya).
  • Meskipun gw ga bisa bahasa Korea dan ga pernah belajar (tapi keseringan nonton drama dan variety show Korea), gw ngerasa kalau subtitle bahasa Inggris yang dipake pas gw nonton itu agak kurang akurat (ada beberapa kata, terutama kata-kata makian, yang dibuat terlalu halus dan sebagainya). 
Intinya sih, film ini bagus banget banget banget (bukan mau lebay, tapi emang bagus banget) dan kita bisa belajar banyak banget dari film ini. Menurut gw, film ini adalah salah satu film yang harus banget ditonton. Trus pas gw nanya temen gw yang Korea, dia bilang sih dia belum nonton atau baca, tapi dia bilang, nih film emang kata orang-orang bagus dan lumayan nge-boom di Korea.


=)
SVialli
[15.09]
[5 - 24/02/12]


nb: gara-gara nonton film ini, gw jadi nonton drama Sungkyunkwan Scandal.

Thursday, February 9, 2012

Ada Apa dengan Cinta? (2002)

More info:  http://id.wikipedia.org/wiki/Ada_Apa_dengan_Cinta%3F.

Tanpa terasa, film AADC yang super heboh pas zaman dulu ternyata udah berumur 10 tahun ('diluncurkan pada 8 Februari 2002' menurut Wikipedia). FYI, gw bukan penggemar sejati AADC ataupun artis-artis pemerannya, gw tahu itu dari 101Jakfm. Oleh karena itu, hari ini pada saat gw bingung pas mau belajar buat ujian, gw memutuskan buat nonton ulang film ini untuk yang kesekian kalinya (mengingat seringnya film ini ditayangin ulang di RCTI).

Kesan gw pas/setelah nonton:
  • Wow! Film ini bener-bener udah lama ya. Kualitas gambarnya udah beda banget sama film-film zaman sekarang.
  • OMG! Nicholas Saputra ternyata cakep abis yaa!! Meskipun banyak yang bilang seperti itu, gw baru bener-bener sadar beberapa saat yang lalu. Trus tentu aja, gw nge-browse sedikit tentang dia, menemukan fakta bahwa dia jadi makin ganteng dan ternyata dia keturunan Indonesia-Jerman. 
  • Dian Sastro kelihatan masih muda banget di film ini dan tentu aja, seperti biasa, terlihat cakep dan terlihat bahwa dia makin dewasa makin cakep.
  • Kapan Melly Goeslaw bikin lagu kayak gitu lagi??! 
  • Menurut gw, ceritanya oke banget sih. 'Simpel' tapi bermakna. Mereka ga cuma nyeritain soal 'pacaran anak SMA', tapi nyampain hal lain seperti: persahabatan, keluarga, politik, keadaan sosial.

Gw rasa, AADC emang layak disebut sebagai film yang 'menandai kebangkitan kembali dunia perfilman Indonesia' (menurut Wikipedia) dan film ini selalu bikin gw kangen buat nonton ulang lagi dan lagi (kedengerannya lebai, tapi film ini somehow 'ngangenin').


=)
SVialli
[17.17]
[4 - 09/02/12]

Saturday, December 31, 2011

Alone (2007) | The Sixth Sense (1999) | Wrong Turn (2003)

Kemarin, dalam rangka detik-detik sebelum tutup tahun, gw dan beberapa temen kumpul bareng di rumah, makan bareng dan tentu aja, nonton film. Dan seperti biasa, film horror/thriller (fyi, gw bukan pengemar dan lebih cenderung ga suka film ber-genre itu).


Film pertama yang ditonton: Alone.
Film ini dari Thailand dan bercerita tentang anak kembar siam. Mereka operasi pemisahan, kembar yang satu meninggal dan ada satu cowo yang disukain sama mereka berdua.
Buat gw sih, ini adalah salah satu bukti bahwa Thailand memang pembuat cerita horror yang  paling oke. Gw suka banget sama konsep ceritanya, gimana penulis nge-twist ceritanya dan ngebuat penonton 'wow' sama apa yang sebenarnya terjadi.
Film ini bener-bener layak tonton. 


Film kedua yang ditonton: The Sixth Sense.
Gw pengen nonton film ini berhubung dulu ada om gw yang bilang kalau film ini tuh bagus banget dan gw pas denger dia nyeritain juga 'suka' banget sama konsep ceritanya, rasanya oke banget aja. 
Film ini bercerita tentang seorang psikolog anak (Bruce Willis) dan seorang anak yang punya indra ke-enam (gw wondering gimana caranya anak kecil begitu bisa nampilin akting yang oke kayak gitu).
Setelah gw nonton, filmnya ga terlalu serem (hantu-hantunya ga seberapa serem dan ga terlalu ngagetin suaranya) dan gw suka sama ceritanya. Gw rasa, ini salah satu film yang harus ditonton berhubung ceritanya oke banget.


Film terakhir yang ditonton: Wrong Turn.
Film ini nyeritain tentang penghuni gunung yang adalah semacam mutan (ada 3) dan sekelompok manusia yang tersesat. Seperti biasa, si 'monster' berusaha nerkam manusia dan manusia berusaha kabur.
Buat gw, film ini biasa aja, ga ada yang 'spesial' atau 'baru' yang disajikan film ini. Yang gw bingung adalah kenapa film ini bisa punya lanjutan sampai yang ke empat.


Overall, menurut gw, Alone dan The Sixth Sense sudah selayaknya ditonton (paling engga, kalau takut sama film jenis begini, denger ceritanya dari orang lain). Jujur aja, gw ga bisa ngebandingin dua film itu dan bilang kalau salah satunya lebih bagus, berhubung keduanya bagus, mereka berasal dari negara yang beda dan feel-nya beda. Meskipun begitu, bisa dibilang kalau Alone tuh lebih banyak darah dan lebih tegang (berhubung suaranya banyak yang bikin kaget).




=)
SVialli
[19.23]
[6 - 31/12/11]

Thursday, December 29, 2011

Mission: Impossible - Ghost Protocol (2011) | Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)

more info:
http://www.imdb.com/title/tt1229238/
http://www.imdb.com/title/tt1515091/


Setelah sekian lama, akhirnya hari Senin kemarin (26.12.2011), gw ke bioskop juga dan nonton dua film. 


Film pertama yang gw tonton: Ghost Protocol.
Sebelum gw nonton, ada yang bilang kalau filmnya ga gitu bagus dan ada yang bilang, oke banget dan masukin nih film ke kategori 'harus ditonton'. Salah satu alasan gw nonton adalah gw menanti-nantikan adegan di Burj Khalifa, Dubai (berhubung katanya, si Tom Cruise maenin adegan ini tanpa stuntman).


Beberapa hal yang menurut gw oke:

  • gadgets yang mereka pake (gw sampe wondering apakah gadgets kayak gitu bener-bener ada);
  • syuting di 4 negara dalam satu film: Canada, India, Russia, Ceko (di filmnya, disebut kalau mereka ada di Budapest, Mumbai, Moskow, Seattle), gw wondering berapa banyak bagian yang pake green screen, berapa besar biaya syutingnya dan terutama, gimana caranya mereka syuting di jalan raya di India yang rame abis;
  • film ini juga ngasih adegan-adegan yang lucu/witty;
  • alurnya jelas (ga kayak In Time yang ga banget buat gw).



Overall, menurut gw sih, film ini cukup menarik buat ditonton, meskipun bisa dibilang kalau film ini ga seru-seru banget (gw ga bisa ngebandingin sama MI yang sebelumnya berhubung otak gw ga menyimpan memori akan itu). 


-------------------------------

Film kedua yang gw tonton: Sherlock Holmes 2.
Gw nonton lagi berhubung gw udah nonton film yang pertamanya (yang sungguh sangat berkesan sekali dan bisa dibilang, gw lebih suka Sherlock Holmes 1 daripada Avatar yang keluarnya pada saat yang bersamaan). Selain itu, gw juga udah lihat trailernya yang oke banget.


Kalau dibandingin sama MI 4, menurut gw, di film ini lebih banyak bertebaran artis-aktor yang enak banget dilihat (Rachel McAdams kayaknya kelihatan lebih cakep daripada di film pertama, Jude Law dan Robert Downey Jr terlihat tetap ganteng dan keren meskipun gw lebih suka dandanan/gaya/muka mereka di film pertama).


Gw suka konsep ceritanya dan cara mereka nyampaiin semua itu lewat film. Satu yang gw suka, gw bukan pembaca serial Sherlock Holmes, tapi gw bisa lumayan ngerti sama alur ceritanya (meskipun gw ga tahu apakah ini film bersangkutan sama bukunya). Berhubung gw sebagai pembaca serial Harry Potter dan Twilight, ngerasa kalau filmnya ga banget dan kurang bisa dimengerti oleh non-pembaca. 
Diluar itu, film ini juga lucu/witty dan bertempo cepat dengan adegan-adegan seru atau mungkin 'ga penting' yang kadang ngebuat bingung tapi akhirnya dijelasin dengan oke banget.
Salah satu yang gw suka banget adalah adegan terakhir dimana si Holmes nyamarin diri di sofanya Watson dengan baju kamuflase yang dia buat sendiri. 


Overall, gw lebih suka film pertamanya (gw memang berkecenderungan untuk hampir selalu suka sama film/buku pertama dari suatu serial), tapi itu bukan berarti kalau film yang ini ga oke, berhubung gw lebih suka nih film daripada MI 4. 
Dan menurut gw, film ini oke banget dan 'harus ditonton'. =P




=)
SVialli
[21.56]
[4 - 29/12/11]

Thursday, December 8, 2011

In Time (2011)

More info: http://www.imdb.com/title/tt1637688/


Meskipun film ini udah lama mulai tayang, gw baru kemarin sempet nonton. Dan guess what? Gw cukup nyesel nonton film ini.


Sebelum film ini keluar, gw udah liat trailernya yang super duper keren. Konsep filmnya kelihatan bener-bener beda dari yang lain dan simply fresh. Jadi, sehari sebelum nonton, ketika temen gw (si Calvin) bilang kalau nih film kurang oke atau biasa aja, gw masih berharap kalau apa yang dia bilang itu ga bener.
Akhirnya, pada suatu sore hari rabu yang diisi rintik hujan sepanjang hari, gw nonton tuh film di Cinestar Potsdamerplatz, studio 7, bangku J11, berdua bareng temen gw (Ci Ven). 


Film ini dimulai dengan si Will Salas (Justin) yang bangun tidur dan ngelihat jam di tangannya yang nunjukin sisa waktu dia. Konsepnya keren banget buat gw, 'Time is the new currency'. Transaksi jual-beli dilakukan dengan waktu yang ada di tangan mereka dan kalau waktu mereka habis, mereka meninggal. 
Pagi itu, Will basa-basi sama nyokapnya yang udah umur 50 tahun tapi terlihat masih bertubuh 25 tahun. Superb (or maybe more to creepy?), isn't it? Sejak umur 25 tahun, wajah seseorang ga bakal berubah, terlihat 25 tahun untuk entah berapa lama itu.
Si Will ketemu satu orang kaya yang kemudian kasih semua waktu dia, pengen ajak nyokapnya buat jalan-jalan, sayangnya nyokapnya meninggal satu detik sebelum Will bisa transfer waktu ke dia. 
Singkatnya, dia pergi ke time zone yang lain, tempat dimana orang-orang kaya tinggal, pengen somewhat balas dendam dan disana dia ketemu sama Sylvia Weis (Amanda), anak orang kaya. 


Buat gw, si Justin Timberlake ga sampe sebegitu gantengnya buat menarik perhatian, tapi thanks buat pemeran lainnya yang terlihat begitu cerah dan ganteng dan menarik, film ini keliatan lebih segar. 
Si Amanda Seyfried kelihatan cakep dan kayak boneka banget. Dan yang wow dari dia, di film ini, dia lari-lari dengan heels yang super tinggi terus (yang gw yakin, mahal dan sudah seharusnya nyaman buat dipake). 


Jujur aja, gw ga tau apa inti dari cerita ini. 
Gw kira, si Will dan Sylvia bakal berusaha merusak sistem yang ada dan ngebuat hidup ga lagi tergantung sama waktu, karena orang punya hak buat hidup selama jangka waktu hidup seseorang senormalnya.
Gw kira, si Will yang pas diawal ngomong kalau dia ga tau kenapa bisa ada sistem ini karena dia juga ga punya banyak waktu buat mikirin soal itu bakal mencari tahu ketika dia dapet begitu banyak waktu dari si orang kaya. 
Ternyata, pada akhirnya, mereka berdua malah jadi sepasang kriminal yang mencuri dan ngebagi-bagiin waktu buat orang-orang yang miskin, semacam Robin Hood; tapi mereka merusak sistem yang ada tanpa menghasilkan atau menawarkan solusi yang jelas.


Overall, gw tetep suka banget sama konsepnya. Sayangnya, gw rasa si penulis belum terlalu matang mikirin gimana ngembangin konsep itu. Paling engga, dia ngajarin gw sedikit soal penghargaan terhadap waktu. 




=)
SVialli
[4 - 08/12/11]
[14.23]