Thursday, December 29, 2011

Mission: Impossible - Ghost Protocol (2011) | Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)

more info:
http://www.imdb.com/title/tt1229238/
http://www.imdb.com/title/tt1515091/


Setelah sekian lama, akhirnya hari Senin kemarin (26.12.2011), gw ke bioskop juga dan nonton dua film. 


Film pertama yang gw tonton: Ghost Protocol.
Sebelum gw nonton, ada yang bilang kalau filmnya ga gitu bagus dan ada yang bilang, oke banget dan masukin nih film ke kategori 'harus ditonton'. Salah satu alasan gw nonton adalah gw menanti-nantikan adegan di Burj Khalifa, Dubai (berhubung katanya, si Tom Cruise maenin adegan ini tanpa stuntman).


Beberapa hal yang menurut gw oke:

  • gadgets yang mereka pake (gw sampe wondering apakah gadgets kayak gitu bener-bener ada);
  • syuting di 4 negara dalam satu film: Canada, India, Russia, Ceko (di filmnya, disebut kalau mereka ada di Budapest, Mumbai, Moskow, Seattle), gw wondering berapa banyak bagian yang pake green screen, berapa besar biaya syutingnya dan terutama, gimana caranya mereka syuting di jalan raya di India yang rame abis;
  • film ini juga ngasih adegan-adegan yang lucu/witty;
  • alurnya jelas (ga kayak In Time yang ga banget buat gw).



Overall, menurut gw sih, film ini cukup menarik buat ditonton, meskipun bisa dibilang kalau film ini ga seru-seru banget (gw ga bisa ngebandingin sama MI yang sebelumnya berhubung otak gw ga menyimpan memori akan itu). 


-------------------------------

Film kedua yang gw tonton: Sherlock Holmes 2.
Gw nonton lagi berhubung gw udah nonton film yang pertamanya (yang sungguh sangat berkesan sekali dan bisa dibilang, gw lebih suka Sherlock Holmes 1 daripada Avatar yang keluarnya pada saat yang bersamaan). Selain itu, gw juga udah lihat trailernya yang oke banget.


Kalau dibandingin sama MI 4, menurut gw, di film ini lebih banyak bertebaran artis-aktor yang enak banget dilihat (Rachel McAdams kayaknya kelihatan lebih cakep daripada di film pertama, Jude Law dan Robert Downey Jr terlihat tetap ganteng dan keren meskipun gw lebih suka dandanan/gaya/muka mereka di film pertama).


Gw suka konsep ceritanya dan cara mereka nyampaiin semua itu lewat film. Satu yang gw suka, gw bukan pembaca serial Sherlock Holmes, tapi gw bisa lumayan ngerti sama alur ceritanya (meskipun gw ga tahu apakah ini film bersangkutan sama bukunya). Berhubung gw sebagai pembaca serial Harry Potter dan Twilight, ngerasa kalau filmnya ga banget dan kurang bisa dimengerti oleh non-pembaca. 
Diluar itu, film ini juga lucu/witty dan bertempo cepat dengan adegan-adegan seru atau mungkin 'ga penting' yang kadang ngebuat bingung tapi akhirnya dijelasin dengan oke banget.
Salah satu yang gw suka banget adalah adegan terakhir dimana si Holmes nyamarin diri di sofanya Watson dengan baju kamuflase yang dia buat sendiri. 


Overall, gw lebih suka film pertamanya (gw memang berkecenderungan untuk hampir selalu suka sama film/buku pertama dari suatu serial), tapi itu bukan berarti kalau film yang ini ga oke, berhubung gw lebih suka nih film daripada MI 4. 
Dan menurut gw, film ini oke banget dan 'harus ditonton'. =P




=)
SVialli
[21.56]
[4 - 29/12/11]

Sunday, December 25, 2011

may all of us have a Merry Great Christmas =)

This may be not so a White Christmas,
a Gray one indeed,
but still, today is the 25th of this year's last month,
today is CHRISTMAS

I may not be a believer,
but still, I believe that no one hates holidays
and Christmas is one of them
and it's great to have festives
especially at the end of the year

There might be hecticness of things,
of choosing what to wear
of which party to attend
of presents to wrap
and maybe, simply of nothing

Whatever it is,
the loveliest of all is to have joy
in every little thing we do,
to put a bright smile in every corner of moments
to give a light despite of gray background
to enjoy the might of this festive day
and bring the spirit on every following day

May all of us always have our smiles attached
and transmit those to others
May all of us have a Merry Great Christmas
and great wonderful years and life ahead


=)
SVialli
[09.36]
[7 - 25/12/11]

nb.: 

"There are no strangers on Christmas Eve." - Adele Comandini
I do hope that there are no strangers at all on each of our days, but yeah, if it's somewhat 'impossible', then it's a great thing to be able to have a day with all people as our friends. 
I love you =) xoxo


=)
SVialli
[09.43]
[7 - 25/12/11]

Friday, December 23, 2011

acara natal pada hari rabu

ruang depan Rotes Rathaus

Meskipun gw udah di Berlin dari tahun lalu, ini pertama kalinya gw ke acara Natal KBRI yang bertempat di Rotes Rathaus, Alexanderplatz (seperti namanya, si Rotes Rathaus berwarna merah; bukan bercat merah, tapi dibangun dari batu bata yang warnanya merah). Acaranya berlangsung pada hari Rabu kemarin (21.12.2011).


Acaranya dimulai sekitar jam 6 sore. Diawali dengan Misa sekitar satu jam, diikuti sama sumbangan acara dari peserta acara dan diakhiri oleh makan malam (sekitar jam 22). Yang dateng ke acara ini kayaknya sekitar 400an orang; tentu aja, kebanyakan orang Indonesia dan diluar itu, ada beberapa orang Jerman atau campuran Jerman-Indonesia.


'Wir sind ein Volk'

Setahu gw sih, Misa pas hari Rabu itu adalah Misa khas Katolik. Berhubung gw disini selalu ke Gereja Karismatik (GBI Berlin), pas ngerasain Misa Katolik gitu dan ngedengerin lagu-lagunya, jadi keinget masa-masa sekolah pas bareng-bareng satu sekolah pergi ke Gereja Stella Maris satu bulan sekali (rasanya jadi kangen masa-masa itu lagi =P).


Yang ngisi acara ada yang masih muda dan ada yang udah cukup berumur; yang adalah anak-anak PPI, perwakilan dari Gereja Indonesia di Berlin, pejabat/pegawai KBRI.
Salah satu yang gw suka adalah pertunjukan musik Angklung. Kalau ga salah ingat, ada dua kelompok yang main Angklung (perwakilan dari salah satu Gereja di Berlin dan kumpulan Ibu-Ibu KBRI).

Rasanya khas Indonesia banget aja dan setahu gw, gw kayaknya belum pernah ngelihat pertunjukan Angklung secara langsung deh. Rasanya heboh aja ngedenger suara kayu yang digoyang bisa sampai se-wow itu




Dan yang lebih oke lagi, kumpulan Ibu-Ibu itu ngebawain lagu 'Tanah Air Beta' dan nyanyi bareng. Rasanya udah lama banget ga nyanyi lagu-lagu kebangsaan kayak gitu dan bisa nyanyiin lagu itu lagi bareng-bareng orang Indonesia yang lain ngebuat gw kangen sama negara asal gw.
Beberapa peserta lainnya ada yang nari, ada yang nyanyi dan ada yang main drama.

Makan malamnya disediain ala prasmanan. Peserta acara disediain nasi, mie goreng, ayam, tauge buncis, jeruk dan kue. 
Kalau menurut gw sih, makanannya ga buruk. Kalau menurut beberapa orang lain yang ke acara Natal KBRI tahun lalu atau beberapa tahun sebelumnya, makanannya ga se-wow yang sebelumnya (katanya sih, dulu ada disiapin sate lilit atau semacamnya begitu).

Selain ngikutin acara dan makan, gw juga ketemu beberapa teman yang udah lama ga gw lihat. Diluar keribetan siap-siap buat 'hari-hari khusus' kayak gitu, rasanya oke banget sih kalau ada acara-acara kayak gini, dimana orang-orang pada kumpul dan bisa ketemuan plus 'ngegosip' bareng (berhubung kadang orang suka 'ga ada waktu' di 'hari-hari biasa').


=)
SVialli
[03.45]
[5 - 23/12/11]

air bersih dan cuci tangan


Hari Senin lalu (19.12.2011), gw ada kuliah jam 1 siang dan seperti biasa, kalau gw kuliah jam segitu, gw bangun dan mandi ga jauh-jauh dari jam segitu. Alhasil, gw bangun jam 10an dan berpikir buat mandi jam 11an. Sayangnya, pas gw mau mandi, ternyata lagi ga ada air, mungkin lagi bersihin pipa atau apa. Seharusnya sih, kalau lagi ga ada air gitu, bakal ada pengumuman di papan di lantai bawah, hari apa dan jam berapa. Sayangnya, gw jarang banget perhatiin papan itu dan gw ga tau kalau bakal ga ada air (untungnya, sekitar sore jam 5, airnya udah ngalir lagi dengan lancar).


Alhasil, berhubung muka gw kucel dan gw perlu keramas dan dll sebelum gw keluar rumah dan  kuliah, gw kaga kuliah hari itu dan membuat resolusi yang selalu gw buat di saat-saat seperti itu tapi (hampir) ga pernah gw lakukan: bangun lebih pagi.

Intinya sih, di hari itu gw merasa 'sengsara banget'. Kenapa?

  • Gw seharusnya masuk pas hari itu, berhubung gw harusnya ikut kerja kelompok selesai kelas, dan karena gw kaga ikut, gw jadi ngerasa ga enak sama temen satu kelompok gw.
  • Gw ngecekin keran air tiap setengah jam sekali, berpikir kalau mungkin airnya bakal segera ngalir lagi dan gw bisa buru-buru cabut buat kuliah, sebelum akhirnya gw menyerah.
  • Gw ga bisa buang air sesuka hati gw, berhubung ga ada air buat nge-flush WC nya. Itu semua berarti, gw harus berjuang menahan kehendak buang air.
  • Gw ga bisa minum sesuka hati gw, berhubung gw minum air keran. Untungnya, masi ada air di termos gw.
  • Berhubung gw kaga bisa mandi (yang berarti gw kaga bisa gosok gigi dan cuci muka), gw merasa lusuh dan kotor
  • Dan satu yang paling menyengsarakan adalah fakta bahwa gw ga bisa cuci tangan!! Gw selama ini ga pernah sadar kalau gw sampe sebegitu seringnya cuci tangan. 


Soal cuci tangan, gw pada hari itu, simpatik banget sama orang-orang di Afrika atau di belah dunia manapun itu yang kekurangan air bersih. Selama ini, kalau baca atau ngelihat berita, rasanya simpatik tapi ga sampai sebegitunya, soalnya gw jarang banget kekurangan air bersih (apalagi selama tinggal di Berlin, yang termasuk salah satu kota yang paling maju di dunia, dimana air bersih yang bisa langsung diminum mengalir langsung dari keran). 

Pas hari itu, gw juga baru ngerasain pentingnya masalah cuci tangan yang suka 'digembar-gemborkan' lewat iklan-iklan tentang kesehatan atau pesan-pesan dari Departemen Kesehatan atau lembaga kesehatan lainnya dan semacamnya. 
Jujur aja, meskipun gw 'cuma' sekitar 7 jam tanpa cuci tangan, gw ngerasa tangan gw kotor banget dan gw ngerasa ragu buat nempelin tangan gw ke muka (meskipun gw cuma megang keyboard, meja, buku, gagang pintu dan hal-hal simpel kayak gitu). Kayaknya tangan tuh gampang banget bersentuhan dengan hal-hal yang 'kotor' dan merupakan awal dari pertemuan tubuh kita dengan 'kotoran'. 

Rasanya agak janggal aja terhadap fakta bahwa gw sering banget kurang memperhatikan pemakaian air gw (berhubung gw ga perlu bayar tagihan air) dan di sisi lain, ada populasi manusia yang harus menghemat air sedemikian rupanya supaya bisa tetap melangsungkan kehidupan. Dan bahkan, air yang mereka punya belum tentu bersih
Gw ngebayangin bahwa meskipun cuci tangan adalah salah satu langkah pertama terhadap hidup sehat dan bersih serta mencegah penyakit, kalau air adalah hal yang langka buat mereka, cuci tangan bakal kurang dipikirkan; berhubung yang penting, mereka bisa ngelanjutin hidup mereka dengan air (kurang dari) secukupnya itu, yang berarti air bakal diprioritaskan untuk minum, masak, ternak

Gw harap sih, gw bisa lebih menghargai air bersih yang bisa gw nikmati dan menghemat pemakaian air gw. Dan gw juga berharap kalau daerah-daerah yang kekurangan air bersih itu bakal dapet bantuan supaya mereka bisa lepas dari kekurangan air bersih (mengingat bahwa teknologi zaman sekarang sudah maju dan mungkin hanya terbatas pada masalah biaya dan biaya dan biaya).


=)
SVialli
[02.51]
[5 - 23/12/11]

Friday, December 16, 2011

first snow of this winter

jalanan becek
Sekitar jam 14.15 hari ini (Jumat, 16.12.2011), akhirnya turun salju juga di Berlin.
Tadinya gw sama temen sekelas gw yang dari Rusia (Elena) baru ngomongin kenapa belum turun salju juga, padahal udah banyak yang bilang kalau minggu-minggu lalu seharusnya udah turun.
Pas gw jalan dari S-Bahn (stasiun) ke rumah, gw harus ngelewatin hujan ditambah angin yang super kencang (untungnya, payung Rossmann gw berhasil bertahan meskipun berhasil kebalik sekali dan terancam terlepas dari pegangan tangan gw yang beku berkali-kali).
Seperti biasa, jalanan penuh sama daun-daun yang rontok dan becek berkat hujan.




Ternyata, sekitar setengah jam setelah gw sampai di rumah, hujan yang turun diganti sama salju (meskipun cuma sebentar).
Anyway, dengan adanya salju, hari Natal jadi lebih terasa dan meskipun gw kurang suka 'kekotoran' dan 'kebecekan' salju, gw rasa, it'll be more beautiful when it's a white Christmas.




=)
SVialli
[21.35]
[5 - 16/12/11]

tinja aka tai aka eek di lantai toilet

Pas hari Kamis kemarin (15.12.2011), kelas gw dari jam 17.15 sampai sekitar jam 20.00. Jadinya, di tengah-tengah pelajaran ada break time, sekitar jam 18.50 sampai jam 19.00. Diantara break time itu, gw pergi ke toilet buat kencing. Dan gw ngelihat ada tinja aka tai aka eek di lantai toilet!!!


Pikiran-pikiran yang terlintas di otak gw: 

  • 'Ewww';
  • 'Geli abis';
  • 'Kok bisa-bisanya di tempat kuliah yang seharusnya berisi manusia-manusia berpendidikan, hal yang kayak gini bisa terjadi???!';
  • 'Kok bisa-bisanya eek dia ada di lantai???!!';
  • 'Apa dia eek sambil berdiri???!!';
  • 'Kenapa dia ga ngambil eek dia pake tissue dan flush ke dalam WC???!';
  • 'Kasian banget yang nanti harus bersihin toilet';
  • 'Hmm.. seriously, apa dia eek sambil berdiri??!!'.


Intinya, gw ngerasa kalau tinja aka tai aka eek ga seharusnya terletak di lantai, karena dia seharusnya berada di lubang WC dan sudah tak terlihat (dengan anggapan bahwa setiap orang sudah seharusnya menekan tombol flush). Dan kalau hal seperti ini terjadi di tempat kuliah, kayaknya moral si pembuang eek perlu dipertanyakan, berhubung hal-hal ga enak dilihat kayak gini ngebuat pikiran yang ngelihat jadi melayang-layang dan membuat orang ngerasa jijik


Semoga hal serupa eek di lantai toilet kayak gini ga bakal terjadi lagi. =P




=)
SVialli
[21.07]
[5 - 16/12/11]

Thursday, December 15, 2011

ujian, nilai dan ilmu

Gw baru pulang sekolah dan tadi satu arah sama temen sekelas gw yang orang Vietnam (Zung - gw ga tau ngejanya gimana). Kita ngomongin soal musim ujian yang sebentar lagi bakal dimulai. Berhubung dia anak semester 2, dia udah pernah ngelewatin masa-masa itu dan mungkin ga se'tegang' gw yang baru semester pertama. 

Ngomong punya ngomong, gw bilang ke dia kalau gw pengen ngerjain semua ujian (7 mata pelajaran) di jadwal ujian yang pertama --di tempat kuliah gw (HTW Berlin), gw bisa milih buat ngambil ujian sebelum atau sesudah liburan atau bisa juga ngulang pelajarannya di dalam dua semester ke depan.

Dari apa yang dia bilang, semester lalu dia kayaknya cuma ngambil empat ujian dan itupun dipisah (dua ujian di jadwal pertama dan sisanya di jadwal kedua). Semester ini kayaknya dia juga bakal ngelakuin hal yang sama. Intinya sih, nilai yang oke tuh prioritas dia dan kalau dia ga ngerti pelajarannya, mendingan ngulang dan nambah satu semester. Ada satu temen gw yang lain (dari Korea, namanya Ji Hae) yang juga kayak dia, anak semester dua juga. 
Terus pas gw bilang soal gw yang mau ngambil semua ujian sekaligus, dia somehow nanya gw, kenapa gw harus ngebebanin diri gw sendiri. 
Dia bilang, di semester lalu, dia punya temen orang Mexico yang ngambil semuanya dan dapet bagus, tapi itu berhubung dia kayaknya emang tipe-tipe jenius gimana gitu. Dulu-dulu juga gw pernah ngomong sama Ji Hae dan dia bilang, beberapa temen dia yang ngambil semuanya, emang beberapa ada yang bisa lulusin semuanya, tapi nilainya jelek dan dia bilang, buat apa lulus tapi nilainya ga enak dilihat kalau diijazah. 

Kenapa gw mau ngambil semuanya sebelum liburan?
Gw kurang yakin kalau gw bakal belajar pas liburan. Lagipula, ada beberapa dosen yang bilang kalau ujian yang di jadwal kedua bakal lebih susah, karena kita punya lebih banyak waktu buat belajar. Itu membuat gw berkesimpulan bahwa belajar dua kali lipat di liburan atau ngambil ujian di jadwal pertama bakal menghasilkan hal yang ga beda jauh.

Kenapa gw 'nekat' ngambil semuanya di semester ini?
Gw tahu kalau ada beberapa pelajaran yang somehow gw sama sekali ga ngerti, tapi gw ga mau ngalamin nightmare yang sama di semester depan. Buat gw pribadi sih, gw mendingan loncat sendiri dari gedung daripada tegang nunggu seseorang dorong gw. Gw ga mau ngerasain deg-degan gila-gilaan dan terror tanpa henti kayak gitu, rasanya ga tenang banget mikirin satu hal terus-terusan. 
Dan selain itu, gw ga mau memperpanjang masa kuliah gw disini (gw kuliah Betriebswirtschaftslehre aka Business Economics, programnya sekitar 7 semester). Gw pengen selesai secepatnya sebisa mungkin. 
Intinya sih, sekarang nilai bukan prioritas gw, meskipun gw juga sebenarnya ga pengen nilai jelek nempel diijazah gw berhubung itu bakal mempengaruhi dimana gw bakal dapet kerja nanti. 


Ngomong-ngomong soal ujian dan nilai, itu ngebuat gw mikirin soal 'ilmu'.
Kalau lulus atau dapet nilai bagus, apa itu ngebuat cukup puas, meskipun sebenarnya kaga ngerti apa yang dipelajari? Apa itu semua cukup tanpa 'ilmu' yang seharusnya jadi inti dari tiap pelajaran? 
Atau dari sisi lain, kalau ga lulus, tapi seseorang benar-benar ngerti apa yang dia pelajari, apa nilai diijazah dia itu bakal jadi 'label' dia?


Dari yang gw rasain sekarang, gw bahkan ga mau mikirin soal nilai atau ilmu. Yang gw tahu adalah gw harus lulus semua ujian dalam rangka selesai kuliah tepat waktu. Entah itu terlalu 'reckless' buat gw atau kaga, seiiring itu, gw punya pengalaman baru dan belajar buat hidup.




=)
SVialli
[21.54]
[4 - 15/12/11]