Saturday, December 31, 2011

2012

Selamat Tahun Baru 2012 buat semuanyaaaaaaaa =))))
Happy New Year 2012 to all of us =))))


  • Semoga di tahun yang baru, semuanya makin baru, makin oke, makin hepi, makin lancar, makin 'heboh'.
  • Semoga tahun yang baru bakal penuh sama senyum baru, tawa baru, kebahagiaan baru.
  • Semoga bakal lebih banyak kenangan-kenangan indah yang tercipta dan kalaupun ada hal-hal yang ga 'ngenakin', semua itu bakal berubah jadi hal-hal yang baik.
  • Semoga semua apa yang kita pikirkan, perbuat dan ucapkan selalu hal-hal yang positif.
  • Semoga hati kita bisa makin lebar, dalam dan luas.
  • Yang pasti, all the best buat tahun ini (dan tentu aja, buat tahun-tahun kedepannya). =)))


nb.:
Banyak orang yang ngelakuin hal-hal kayak ngebuat resolusi tahun baru dan semacamnya.
Biasanya sih, gw di momen-momen seperti ini juga menulis resolusi abstrak di otak gw, tapi entah kenapa, sampai saat ini, gw belum kepikiran (mungkin pas tanggal 1 Jan, gw baru bakal mulai ngebuat =P). Bagaimanapun, seperti kata orang, hal-hal bagus yang biasanya ditulis di list resolusi seharusnya bisa dimulai kapan aja tanpa tergantung momen-momen besar seperti ini (meskipun momen-momen kayak gini yang biasanya dijadikan 'starting line' untuk melakukan perubahan yang biasanya terus tertunda).


Selain resolusi, biasanya orang-orang juga mikirin soal hal-hal yang dilakukan untuk terakhir kalinya sebelum tahun yang lama diganti dengan yang baru. Kalau dibandingin sama hal-hal 'heboh' yang dilakuin sama orang-orang lain (terbaca dari twitter etc.), gw cuma kepikiran soal mandi dan cuci rambut terakhir gw di tahun ini. =P


Anyway,
Met tahun baru =)))
All the best




=)
SVialli
[18.47]
[6 - 31/12/11]

Alone (2007) | The Sixth Sense (1999) | Wrong Turn (2003)

Kemarin, dalam rangka detik-detik sebelum tutup tahun, gw dan beberapa temen kumpul bareng di rumah, makan bareng dan tentu aja, nonton film. Dan seperti biasa, film horror/thriller (fyi, gw bukan pengemar dan lebih cenderung ga suka film ber-genre itu).


Film pertama yang ditonton: Alone.
Film ini dari Thailand dan bercerita tentang anak kembar siam. Mereka operasi pemisahan, kembar yang satu meninggal dan ada satu cowo yang disukain sama mereka berdua.
Buat gw sih, ini adalah salah satu bukti bahwa Thailand memang pembuat cerita horror yang  paling oke. Gw suka banget sama konsep ceritanya, gimana penulis nge-twist ceritanya dan ngebuat penonton 'wow' sama apa yang sebenarnya terjadi.
Film ini bener-bener layak tonton


Film kedua yang ditonton: The Sixth Sense.
Gw pengen nonton film ini berhubung dulu ada om gw yang bilang kalau film ini tuh bagus banget dan gw pas denger dia nyeritain juga 'suka' banget sama konsep ceritanya, rasanya oke banget aja. 
Film ini bercerita tentang seorang psikolog anak (Bruce Willis) dan seorang anak yang punya indra ke-enam (gw wondering gimana caranya anak kecil begitu bisa nampilin akting yang oke kayak gitu).
Setelah gw nonton, filmnya ga terlalu serem (hantu-hantunya ga seberapa serem dan ga terlalu ngagetin suaranya) dan gw suka sama ceritanya. Gw rasa, ini salah satu film yang harus ditonton berhubung ceritanya oke banget.


Film terakhir yang ditonton: Wrong Turn.
Film ini nyeritain tentang penghuni gunung yang adalah semacam mutan (ada 3) dan sekelompok manusia yang tersesat. Seperti biasa, si 'monster' berusaha nerkam manusia dan manusia berusaha kabur.
Buat gw, film ini biasa aja, ga ada yang 'spesial' atau 'baru' yang disajikan film ini. Yang gw bingung adalah kenapa film ini bisa punya lanjutan sampai yang ke empat.


Overall, menurut gw, Alone dan The Sixth Sense sudah selayaknya ditonton (paling engga, kalau takut sama film jenis begini, denger ceritanya dari orang lain). Jujur aja, gw ga bisa ngebandingin dua film itu dan bilang kalau salah satunya lebih bagus, berhubung keduanya bagus, mereka berasal dari negara yang beda dan feel-nya beda. Meskipun begitu, bisa dibilang kalau Alone tuh lebih banyak darah dan lebih tegang (berhubung suaranya banyak yang bikin kaget).




=)
SVialli
[19.23]
[6 - 31/12/11]

Friday, December 30, 2011

'rasisme', 'penyamarataan', 'penghargaan' dan 'diskriminasi'

Gw kepikiran buat nulis tentang hal ini (gw ga nulis yang berhubungan dengan politik) gara-gara ada coretan di dalam lift gedung gw yang berbau 'rasisme' dan gw bingung sama orang yang bisa-bisanya nulis sesuatu kayak gitu, apalagi kemungkinan besar, orang ini adalah seorang mahasiswa/i (berhubung gw tinggal di tempat yang diperuntukkan bagi mahasiswa). 

Sebagai seorang Indonesia yang tinggal di Jerman, gw ngerasa kalau gw tuh minoritas banget, karena gw tuh bukan orang yang cerdas/jenius atau semacamnya, karena gw masih 'gagu' kalau ngomong pakai bahasa Jerman, karena gw juga kurang percaya diri dan karena beberapa hal lainnya.
Salah satu alasan lain adalah karena gw orang Asia.

Pernyataan ini bukan berarti bahwa gw ga bangga jadi orang Asia (berhubung gw lumayan bangga menjadi orang Asia) dan juga bukan berarti bahwa gw ga bangga menjadi orang Indonesia (berhubung gw cukup bangga jadi orang Indonesia, meskipun banyak yang cuma mau ngelihat negara gw dari sisi 'negara kelas tiga'). 
Sebelumnya, gw cukup 'sadar diri' untuk ga 'sadar kulit'. Sayangnya, terkadang ada hal-hal yang terjadi yang ngebuat gw 'sadar', hal-hal yang ngebuat gw 'me-'rasis'-kan diri'. 

Meskipun negara Jerman adalah salah satu negara paling maju di dunia dan Berlin adalah ibukotanya, ternyata hal 'nyebelin' berbau 'rasisme' yang cukup sering terjadi dulu pas di Indonesia juga kadang-kadang terjadi disini. Gw Indo-Cina dan seperti biasa, ada aja abang-abang yang kadang manggil-manggil 'Amoi' atau 'Ni hao!' kalau lagi lewat. Kalau disini, mereka (orang Jerman/Afrika/Eropa lainnya) memang cuma sebatas manggil 'Ni hao!'. 

Sayangnya, gw jadi wondering apakah mereka menyamaratakan semua orang Asia dengan orang Cina dan berpikir bahwa semua orang yang berwajah Asia adalah orang Cina. Berhubung Asia adalah benua yang luas dan ga cuma ada Cina di dalamnya, menurut gw sih, pikiran yang kayak gitu sempit banget (mengingat kalau orang berpendidikan ga mungkin manggil orang 'Ni hao!' sembarangan, kemungkinannya sih emang mereka yang kayak gitu memang pikirannya sempit dan pengetahuan geografinya kurang luas). By the way, yang paling ga banget adalah ketika mereka salah ngucapin 'Ni hao!'. 

Di samping semua 'rasisme' yang mengarah ke 'diskriminasi', kalau dilihat di Internet, misalnya di situs-situs kayak 9gag.com, kadang-kadang mereka suka nulis komentar kayak 'Level: Asians' buat hal-hal heboh (yang biasanya di-post atau dibuat oleh orang Asia), yang nunjukin semacam 'penghargaan' buat orang Asia. Selain itu, orang Asia juga 'terkenal' dengan ke-'rajin'-an mereka dalam belajar dan orang tua yang nge-push anaknya buat belajar

Gw jadi wondering apakah mereka menyamaratakan semua orang Asia dengan rajin dan berotak 'cerdas/jenius', mengingat bahwa pada kenyataannya, ga semua orang Asia kayak gitu (bisa dibilang bahwa yang kayak gitu sebenarnya cuma beberapa dan gw termasuk yang bukan kayak gitu). Diluar itu, gw juga wondering apakah itu cuma berlaku di Amerika yang kayaknya lebih bersahabat/friendly sama orang asing dan kurang berlaku di Jerman (berhubung artis Youtube seperti Ryan NigaHiga dan KevJumba yang adalah Asian American terkenal banget).

Lebih dari itu, gw juga wondering apakah 'penghargaan' seperti itu bisa disebut 'penghargaan dalam rasisme'.

Meskipun gw ga gitu suka kalau dibeda-bedakan dalam kategori ras, jujur aja, kadang gw juga berlindung di bawah 'diskriminasi' yang dihasilkan oleh 'rasisme'. Kalau disini (Jerman), menurut apa yang gw rasain, biasanya orang-orang Asia memang 'terkenal' berkat kemampuan mereka buat nyelesaiin soal-soal Matematika. Sayangnya, dibalik itu, mereka juga 'terkenal' buat kemampuan bicara (bahasa Jerman) mereka yang minim. Gw ngebuat hal itu jadi semacam tameng kenapa gw kurang lancar ngomong pake bahasa Jerman.

Selain itu, gw sendiri juga terkadang suka membeda-bedakan orang dalam kategori ras, misalnya: orang Jerman kurang ramah sama orang asing, orang Afrika badannya berbau, orang Eropa (selain Jerman) jago ngomong (bahasa Jerman). 

Intinya sih, gw berharap kalau gw tuh bakal bisa seminim mungkin 'melihat' dan 'menilai' diri gw sendiri ataupun orang lain dari segi ras. Gw berharap bahwa gw bisa 'melihat'  seseorang lebih jauh dari sekedar kulitnya. Bagaimanapun, dibalik tiap senti kulit, kita semua adalah manusia yang memiliki pribadi masing-masing dan layak untuk dihargai


=)
SVialli
[23.53]
[4 - 29/12/11]

Thursday, December 29, 2011

Mission: Impossible - Ghost Protocol (2011) | Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)

more info:
http://www.imdb.com/title/tt1229238/
http://www.imdb.com/title/tt1515091/


Setelah sekian lama, akhirnya hari Senin kemarin (26.12.2011), gw ke bioskop juga dan nonton dua film. 


Film pertama yang gw tonton: Ghost Protocol.
Sebelum gw nonton, ada yang bilang kalau filmnya ga gitu bagus dan ada yang bilang, oke banget dan masukin nih film ke kategori 'harus ditonton'. Salah satu alasan gw nonton adalah gw menanti-nantikan adegan di Burj Khalifa, Dubai (berhubung katanya, si Tom Cruise maenin adegan ini tanpa stuntman).


Beberapa hal yang menurut gw oke:

  • gadgets yang mereka pake (gw sampe wondering apakah gadgets kayak gitu bener-bener ada);
  • syuting di 4 negara dalam satu film: Canada, India, Russia, Ceko (di filmnya, disebut kalau mereka ada di Budapest, Mumbai, Moskow, Seattle), gw wondering berapa banyak bagian yang pake green screen, berapa besar biaya syutingnya dan terutama, gimana caranya mereka syuting di jalan raya di India yang rame abis;
  • film ini juga ngasih adegan-adegan yang lucu/witty;
  • alurnya jelas (ga kayak In Time yang ga banget buat gw).



Overall, menurut gw sih, film ini cukup menarik buat ditonton, meskipun bisa dibilang kalau film ini ga seru-seru banget (gw ga bisa ngebandingin sama MI yang sebelumnya berhubung otak gw ga menyimpan memori akan itu). 


-------------------------------

Film kedua yang gw tonton: Sherlock Holmes 2.
Gw nonton lagi berhubung gw udah nonton film yang pertamanya (yang sungguh sangat berkesan sekali dan bisa dibilang, gw lebih suka Sherlock Holmes 1 daripada Avatar yang keluarnya pada saat yang bersamaan). Selain itu, gw juga udah lihat trailernya yang oke banget.


Kalau dibandingin sama MI 4, menurut gw, di film ini lebih banyak bertebaran artis-aktor yang enak banget dilihat (Rachel McAdams kayaknya kelihatan lebih cakep daripada di film pertama, Jude Law dan Robert Downey Jr terlihat tetap ganteng dan keren meskipun gw lebih suka dandanan/gaya/muka mereka di film pertama).


Gw suka konsep ceritanya dan cara mereka nyampaiin semua itu lewat film. Satu yang gw suka, gw bukan pembaca serial Sherlock Holmes, tapi gw bisa lumayan ngerti sama alur ceritanya (meskipun gw ga tahu apakah ini film bersangkutan sama bukunya). Berhubung gw sebagai pembaca serial Harry Potter dan Twilight, ngerasa kalau filmnya ga banget dan kurang bisa dimengerti oleh non-pembaca. 
Diluar itu, film ini juga lucu/witty dan bertempo cepat dengan adegan-adegan seru atau mungkin 'ga penting' yang kadang ngebuat bingung tapi akhirnya dijelasin dengan oke banget.
Salah satu yang gw suka banget adalah adegan terakhir dimana si Holmes nyamarin diri di sofanya Watson dengan baju kamuflase yang dia buat sendiri. 


Overall, gw lebih suka film pertamanya (gw memang berkecenderungan untuk hampir selalu suka sama film/buku pertama dari suatu serial), tapi itu bukan berarti kalau film yang ini ga oke, berhubung gw lebih suka nih film daripada MI 4. 
Dan menurut gw, film ini oke banget dan 'harus ditonton'. =P




=)
SVialli
[21.56]
[4 - 29/12/11]

Sunday, December 25, 2011

may all of us have a Merry Great Christmas =)

This may be not so a White Christmas,
a Gray one indeed,
but still, today is the 25th of this year's last month,
today is CHRISTMAS

I may not be a believer,
but still, I believe that no one hates holidays
and Christmas is one of them
and it's great to have festives
especially at the end of the year

There might be hecticness of things,
of choosing what to wear
of which party to attend
of presents to wrap
and maybe, simply of nothing

Whatever it is,
the loveliest of all is to have joy
in every little thing we do,
to put a bright smile in every corner of moments
to give a light despite of gray background
to enjoy the might of this festive day
and bring the spirit on every following day

May all of us always have our smiles attached
and transmit those to others
May all of us have a Merry Great Christmas
and great wonderful years and life ahead


=)
SVialli
[09.36]
[7 - 25/12/11]

nb.: 

"There are no strangers on Christmas Eve." - Adele Comandini
I do hope that there are no strangers at all on each of our days, but yeah, if it's somewhat 'impossible', then it's a great thing to be able to have a day with all people as our friends. 
I love you =) xoxo


=)
SVialli
[09.43]
[7 - 25/12/11]

Friday, December 23, 2011

acara natal pada hari rabu

ruang depan Rotes Rathaus

Meskipun gw udah di Berlin dari tahun lalu, ini pertama kalinya gw ke acara Natal KBRI yang bertempat di Rotes Rathaus, Alexanderplatz (seperti namanya, si Rotes Rathaus berwarna merah; bukan bercat merah, tapi dibangun dari batu bata yang warnanya merah). Acaranya berlangsung pada hari Rabu kemarin (21.12.2011).


Acaranya dimulai sekitar jam 6 sore. Diawali dengan Misa sekitar satu jam, diikuti sama sumbangan acara dari peserta acara dan diakhiri oleh makan malam (sekitar jam 22). Yang dateng ke acara ini kayaknya sekitar 400an orang; tentu aja, kebanyakan orang Indonesia dan diluar itu, ada beberapa orang Jerman atau campuran Jerman-Indonesia.


'Wir sind ein Volk'

Setahu gw sih, Misa pas hari Rabu itu adalah Misa khas Katolik. Berhubung gw disini selalu ke Gereja Karismatik (GBI Berlin), pas ngerasain Misa Katolik gitu dan ngedengerin lagu-lagunya, jadi keinget masa-masa sekolah pas bareng-bareng satu sekolah pergi ke Gereja Stella Maris satu bulan sekali (rasanya jadi kangen masa-masa itu lagi =P).


Yang ngisi acara ada yang masih muda dan ada yang udah cukup berumur; yang adalah anak-anak PPI, perwakilan dari Gereja Indonesia di Berlin, pejabat/pegawai KBRI.
Salah satu yang gw suka adalah pertunjukan musik Angklung. Kalau ga salah ingat, ada dua kelompok yang main Angklung (perwakilan dari salah satu Gereja di Berlin dan kumpulan Ibu-Ibu KBRI).

Rasanya khas Indonesia banget aja dan setahu gw, gw kayaknya belum pernah ngelihat pertunjukan Angklung secara langsung deh. Rasanya heboh aja ngedenger suara kayu yang digoyang bisa sampai se-wow itu




Dan yang lebih oke lagi, kumpulan Ibu-Ibu itu ngebawain lagu 'Tanah Air Beta' dan nyanyi bareng. Rasanya udah lama banget ga nyanyi lagu-lagu kebangsaan kayak gitu dan bisa nyanyiin lagu itu lagi bareng-bareng orang Indonesia yang lain ngebuat gw kangen sama negara asal gw.
Beberapa peserta lainnya ada yang nari, ada yang nyanyi dan ada yang main drama.

Makan malamnya disediain ala prasmanan. Peserta acara disediain nasi, mie goreng, ayam, tauge buncis, jeruk dan kue. 
Kalau menurut gw sih, makanannya ga buruk. Kalau menurut beberapa orang lain yang ke acara Natal KBRI tahun lalu atau beberapa tahun sebelumnya, makanannya ga se-wow yang sebelumnya (katanya sih, dulu ada disiapin sate lilit atau semacamnya begitu).

Selain ngikutin acara dan makan, gw juga ketemu beberapa teman yang udah lama ga gw lihat. Diluar keribetan siap-siap buat 'hari-hari khusus' kayak gitu, rasanya oke banget sih kalau ada acara-acara kayak gini, dimana orang-orang pada kumpul dan bisa ketemuan plus 'ngegosip' bareng (berhubung kadang orang suka 'ga ada waktu' di 'hari-hari biasa').


=)
SVialli
[03.45]
[5 - 23/12/11]

air bersih dan cuci tangan


Hari Senin lalu (19.12.2011), gw ada kuliah jam 1 siang dan seperti biasa, kalau gw kuliah jam segitu, gw bangun dan mandi ga jauh-jauh dari jam segitu. Alhasil, gw bangun jam 10an dan berpikir buat mandi jam 11an. Sayangnya, pas gw mau mandi, ternyata lagi ga ada air, mungkin lagi bersihin pipa atau apa. Seharusnya sih, kalau lagi ga ada air gitu, bakal ada pengumuman di papan di lantai bawah, hari apa dan jam berapa. Sayangnya, gw jarang banget perhatiin papan itu dan gw ga tau kalau bakal ga ada air (untungnya, sekitar sore jam 5, airnya udah ngalir lagi dengan lancar).


Alhasil, berhubung muka gw kucel dan gw perlu keramas dan dll sebelum gw keluar rumah dan  kuliah, gw kaga kuliah hari itu dan membuat resolusi yang selalu gw buat di saat-saat seperti itu tapi (hampir) ga pernah gw lakukan: bangun lebih pagi.

Intinya sih, di hari itu gw merasa 'sengsara banget'. Kenapa?

  • Gw seharusnya masuk pas hari itu, berhubung gw harusnya ikut kerja kelompok selesai kelas, dan karena gw kaga ikut, gw jadi ngerasa ga enak sama temen satu kelompok gw.
  • Gw ngecekin keran air tiap setengah jam sekali, berpikir kalau mungkin airnya bakal segera ngalir lagi dan gw bisa buru-buru cabut buat kuliah, sebelum akhirnya gw menyerah.
  • Gw ga bisa buang air sesuka hati gw, berhubung ga ada air buat nge-flush WC nya. Itu semua berarti, gw harus berjuang menahan kehendak buang air.
  • Gw ga bisa minum sesuka hati gw, berhubung gw minum air keran. Untungnya, masi ada air di termos gw.
  • Berhubung gw kaga bisa mandi (yang berarti gw kaga bisa gosok gigi dan cuci muka), gw merasa lusuh dan kotor
  • Dan satu yang paling menyengsarakan adalah fakta bahwa gw ga bisa cuci tangan!! Gw selama ini ga pernah sadar kalau gw sampe sebegitu seringnya cuci tangan. 


Soal cuci tangan, gw pada hari itu, simpatik banget sama orang-orang di Afrika atau di belah dunia manapun itu yang kekurangan air bersih. Selama ini, kalau baca atau ngelihat berita, rasanya simpatik tapi ga sampai sebegitunya, soalnya gw jarang banget kekurangan air bersih (apalagi selama tinggal di Berlin, yang termasuk salah satu kota yang paling maju di dunia, dimana air bersih yang bisa langsung diminum mengalir langsung dari keran). 

Pas hari itu, gw juga baru ngerasain pentingnya masalah cuci tangan yang suka 'digembar-gemborkan' lewat iklan-iklan tentang kesehatan atau pesan-pesan dari Departemen Kesehatan atau lembaga kesehatan lainnya dan semacamnya. 
Jujur aja, meskipun gw 'cuma' sekitar 7 jam tanpa cuci tangan, gw ngerasa tangan gw kotor banget dan gw ngerasa ragu buat nempelin tangan gw ke muka (meskipun gw cuma megang keyboard, meja, buku, gagang pintu dan hal-hal simpel kayak gitu). Kayaknya tangan tuh gampang banget bersentuhan dengan hal-hal yang 'kotor' dan merupakan awal dari pertemuan tubuh kita dengan 'kotoran'. 

Rasanya agak janggal aja terhadap fakta bahwa gw sering banget kurang memperhatikan pemakaian air gw (berhubung gw ga perlu bayar tagihan air) dan di sisi lain, ada populasi manusia yang harus menghemat air sedemikian rupanya supaya bisa tetap melangsungkan kehidupan. Dan bahkan, air yang mereka punya belum tentu bersih
Gw ngebayangin bahwa meskipun cuci tangan adalah salah satu langkah pertama terhadap hidup sehat dan bersih serta mencegah penyakit, kalau air adalah hal yang langka buat mereka, cuci tangan bakal kurang dipikirkan; berhubung yang penting, mereka bisa ngelanjutin hidup mereka dengan air (kurang dari) secukupnya itu, yang berarti air bakal diprioritaskan untuk minum, masak, ternak

Gw harap sih, gw bisa lebih menghargai air bersih yang bisa gw nikmati dan menghemat pemakaian air gw. Dan gw juga berharap kalau daerah-daerah yang kekurangan air bersih itu bakal dapet bantuan supaya mereka bisa lepas dari kekurangan air bersih (mengingat bahwa teknologi zaman sekarang sudah maju dan mungkin hanya terbatas pada masalah biaya dan biaya dan biaya).


=)
SVialli
[02.51]
[5 - 23/12/11]