Wednesday, March 28, 2012

new semester, new dramas

On last Monday my second semester has finally begun. New classes, new teachers, new classmates. And of course, there're also some new Korean Dramas being aired these days. Some of which that I watch and wait for:


Rooftop Prince

More info: DramaWiki. 
I really like this one. Not because there's Yoochun who played in Sungkyunkwan Scandal or things like that (because I don't really like him in that drama). The story is about a Prince in Joseon Era being dragged into this modern world. 
Usually I am not into this kind of fantasy story but then, right from the first episode, I simply couldn't resist myself from being interested. The plot and such are so intriguing and somewhat confusing. One can't guess what will come out next (beside the fact that the main male and female character will be together - till now, I am still wondering how both of them will be able to end up with each other). 
And by the way, this drama also serves us with some good laughter.

The King 2 Hearts

More info: DramaWiki. 
I got excited when I knew that Lee Seung Gi and Ha Ji Won will be starred in a drama together. Later on, after I watched the first episode, although I really like the scenes where there're Seung Gi and/or Ji Won, I am a little bit upset with the story line (there're psycho and military things). 
I hope that the story line will not be 'too weird' (?).

Fashion King

More info: DramaWiki. 
I started to watch this one because Yuri SNSD plays in this drama and then, when I found out that Yoo Ah In (played in Sungkyunkwan Scandal and Punch) also does, it seems really interesting.  
The opening story in this drama is very unlikely to happen in reality. It really didn't appeal to me. There're some bad luck happening with evil aunt and cousin, gangster, wreck ship, etc. But after all of it settled I begin to like it.  
Besides all that, Yoo Ah In shows off his chest ever so often in this drama. 

Love Rain

More info: DramaWiki. 
I didn't intend to watch it at first, but then, there's still no new episode from the other dramas and I 'got no choice' other than watching it. Also, there's Yoona SNSD.The first episode seemed quite promising. There's a woman who becomes a '3 second' love of two men. But then, they are best friends. Therefore one of them takes the initiative to let her go. I wonder what will happen to their kids in the following episodes. 
Maybe this drama will be full of struggles and sadness for the main characters (?).


I believe that all of those dramas are worth watching. Always hope that a week would be passed as soon as a new episode is aired, so that I can watch the following episodes instead of waiting for it. But then, a student still has classes to attend to and books to read, apart from all of these Korean Dramas.


=)
SVialli
[19.35]
[3 - 28/03/12]

Sunday, March 25, 2012

The Moon That Embraces the Sun / 해를 품은 달 (2012)

More info: here.


Beberapa hari yang lalu, gw selesai nonton drama ini. Gw nonton film ini setelah drama ini selesai tayang gara-gara: ratingnya yang tinggi banget dan pengarang novelnya sama kayak yang nulis Sungkyunkwan Scandal (drama ini based on novel).


Setelah/pas nonton, gw ngerasa:

  • Ceritanya lebih oke daripada Sungkyunkwan Scandal.

Drama ini punya unsur-unsur mistis. Tanpa yang namanya 'black magic', ceritanya ga bakal bisa jalan. Mengingat itu 'terjadi' di zaman dulu, hal kayak gitu wajar-wajar aja.

  • Meskipun ceritanya oke, gw ga suka ending-nya.

Di ending-nya, si Yang Myung dan Seol meninggal padahal gw kira masih bakal ada love line buat mereka berdua (berhubung mereka sama-sama jadi pemeran yang 'ditolak'). Kalau si Seol, meninggalnya masih dengan cara yang oke (dia nolongin si Heo Yeom). Sayangnya, si Yang Myung meninggalnya pake cara yang menurut gw kurang masuk akal (dia 'bunuh diri' berhubung udah lihat kalau dia bakal ditusuk pake tombak tapi ga mau nyelamatin diri dan yang nyebelin, si Lee Hwon dan lain-lain juga ngelihat tapi ga ngapa-ngapain sampai akhirnya dia ketusuk).

  • Yang main di drama ini oke-oke banget.

Sampai episode 5, tokoh-tokohnya masih muda dan yang main juga aktor-aktris yang masih muda. Gw ngerasa wow banget sih ngelihat akting mereka yang oke banget padahal masih umur segitu. Bahkan, gw ngerasa cukup kehilangan pas tokohnya nambah umur dan mereka diganti pake aktor-aktris yang lebih tua. Jujur aja, gw lebih suka pas mereka masih kecil daripada pas udah gede (terutama si Jin Ji Hee).


Beberapa hal yang bisa diambil dari drama ini:

  • Kadang ada beberapa hal yang memang bukan milik kita dan ga bakal jadi milik kita (si Prince Yang Myung tetap 'patah hati' gara-gara si Yeon Woo pas muda dan pas si Yeon Woo jadi Wol).
  • Ada yang harus dikorbankan untuk mempertahankan/mengungkap/membenarkan sesuatu (si Lee Hwon dan bokapnya harus ngorbanin seseorang/sesuatu demi keadilan atau orang yang mereka sayang).
  • 'Cinta' itu ga bakal berubah (gw cukup ragu sih sama yang satu ini, berhubung di drama ini, si Lee Hwon dan Yang Myung bener-bener ga tergerak sama cewe manapun meskipun si Yeon Woo udah dinyatakan meninggal dan pada saat si Yeon Woo udah jadi Wol, mereka bisa kenalin dia lagi).



Overall, drama ini oke banget buat ditonton.


=)
SVialli
[13.48]
[7 - 25/03/12]

Monday, March 12, 2012

dibalik 'kejauhan'

Tadi pagi menjelang siang, gw dateng buat ngelihat hasil ujian gw yang ga lulus. Dan seperti biasa, pelajaran yang bermasalah ini adalah si Wirtschaftsrecht aka Business Law.

Si dosen adalah pria umur 40an(?) yang hampir botak (atau bisa dibilang, botak), orangnya agak kaku (dilihat dari ketepatan waktu dia saat membubarkan kelas) dan 'fidgety' (dilihat dari cara ngomong dia dan pembawaannya).

Pas tadi gw ketemu dia lagi, semua itu masih sama. Tapi satu yang beda, gw sekarang tahu kalau mata dia berwarna biru yang biru banget (such a blue blue eyes!!!).

Selama ini, kalau gw ngelihat nih dosen, gw rasanya segan (karena gw jarang dateng ke kelas dia) dan ngeri (tentu aja, perasaan ngeri terkait pada kenyataan bahwa gw ga ngerti dan ga belajar). 

Tentu aja, perasaan itu masih tetep ada, tapi rasanya, kalau dilihat dari 'dekat', dia jadi ga kelihatan 'semenyeramkan' itu (mungkin karena pada akhirnya, gw 'ngomong' sama dia dan ngerasa lebih kenal, berhubung gw sama sekali ga pernah duduk paling depan atau ngomong sama dia selama diajar dia), kelihatan lebih bisa dimengerti (mengingat bahwa dia belum pernah ngajar dan dia tipe orang yang 'fidgety') dan gw ngerasa lebih kenal sama dia (rasanya sejak tahu kalau mata dia warna biru, gw lebih 'tahu' tentang nih dosen, meskipun fakta ini bisa dibilang sama sekali ga relevan, tapi gw bener-bener ga nyangka kalau orang kayak 'dia' bakal punya mata sebiru itu).

Gw rasa, apa yang orang bilang soal 'tak kenal maka tak sayang' cukup terbukti dengan apa yang gw alami hari ini. Sebelum 'kenal' sama seseorang atau sesuatu, yang kita 'rasain' terhadap hal tersebut cuma apa yang berasal dari 'prasangka-prasangka' kita dan semua 'prasangka' itu belum tentu benar sampai kita benar-benar 'kenal' dengan hal tersebut ('Pride & Prejudice').

Terkadang, dari 'kejauhan' yang bisa kita lihat hanya 'luar' dan 'dalam' baru bisa dilihat dibalik 'kejauhan'. 

=)
SVialli
[23.43]
[1 - 12/03/12]

The Hunger Games (2008)

The Hunger Games
Beberapa hari yang lalu, gw baru selesaiin baca buku ini.


Meskipun nih buku udar dari tahun 2008, entah kenapa, gw ga pernah bener-bener tertarik buat ngebaca, bahkan sejak gw masih di Indo (gw ga pernah baca sinopsisnya sampai baru-baru ini, gw cuma ngelihat cover-nya doank dan langsung ga niat). Bahkan sampai beberapa bulan yang lalu, gw masi ga niat juga, meskipun gw sering banget ngelihat bestseller list Amazon dan selalu ngelihat bukunya George R. R. Martin berdampingan sama 'The Hunger Games' di bagian atas. Tapi berhubung nih buku dijadiin film dan kayaknya heboh banget, gw akhirnya beli dan baca juga.
12.03.2012

  • Buku ini penuh banget sama narasi dan Suzanne nulis buku ini pake point of view orang pertama

Gw kira gw bakal mati bosan sama sebegitu banyaknya narasi, tapi ternyata, gw terus bertahan sampai di halaman terakhir. Meskipun gw selesai baca nih buku, gw rasa, setengah alasan gw selesai adalah karena gw penasaran apa yang ngebuat buku ini nge-boom dan setengahnya adalah karena nih buku meskipun menurut gw ga se-'seru' yang dibilang-bilang orang, buku ini ga ngebuat bosan (gw rasa, gw harus selesaiin baca buku selanjutnya sebelum bisa bilang kalau ceritanya ga seru).

  • Selain itu, menurut gw, ceritanya lumayan menarik meskipun kurang masuk akal

Ceritanya ngambil waktu di masa depan. Background tempat dan sejarahnya dibuat oke banget. Si Katniss berumur 16 tahun (halaman 13 terbitan Scholastic ISBN-13: 978-0-439-02352-8), menurut gw, kayaknya bener-bener terlalu muda untuk hal-hal 'itu' (tapi emang situasi dia mengharuskan dia buat jadi dewasa sih -.-") dan rasanya, dia menangin Hunger Games dengan 'gampang banget'.

  • Selebihnya, setelah baca nih buku, gw kayaknya ga ngerasa kehilangan buku ini sama sekali. Buku ini hampir ga berkesan sama sekali.

Tentu aja, gw masih wondering kenapa nih buku bisa sampai jadi bestseller dan heboh abis dan hal itu mengharuskan gw buat baca 2 buku lanjutannya: Catching Fire dan Mockingjay). Seinget gw, hampir ga ada kata-kata atau kalimat yang ngebuat gw 'wow' atau nempel di benak gw atau ngebuat gw mikirin hal itu. Satu yang gw rasain dari buku ini adalah rasa simpatik terhadap Peeta Mellark yang perasaannya 'dipermainkan'.

  • Diluar semua itu, buku ini nyampain cerita yang penuh 'nilai'.

Buku ini cerita soal keluarga, teman, egoisme, mempertahankan hidup, pengorbanan dll. 


Btw, satu yang bener-bener gw 'notice', ada disebut 'safe and sound' di halaman 218 (terbitan Scholastic ISBN-13: 978-0-439-02352-8). Trus pas momen si Rue masuk masa-masa meninggal dan si Katniss nyanyiin dia lagu, rasanya gw bisa 'ngedenger' lagunya si Taylor Swift yang jadi salah satu OST di film (sebelum baca, gw sempet dengerin lagunya dia dulu). 


Setelah baca selesai, gw ngelihat trailer film-nya lagi dan gw cukup ragu kalau film-nya bakal bisa nampilin apa yang digambarin di buku (mis.: gaun yang dipake Katniss). Gw harap sih, filmnya bakal oke dan ga ngecewain. 


=)
SVialli
[22.53]
[1 - 12/03/12]

Thursday, March 1, 2012

The Vow (2012)

More info: here.


Hari Selasa kemarin, gw baru nonton nih film setelah sekian lama nunggu nih film keluar dan ngelewatin musim ujian. 


Gw tertarik nonton film ini gara-gara:
  • Nonton trailer-nya: disini.
  • Ada si ganteng Channing Tatum dan si cakep Rachel McAdams. Mereka berdua pernah main di film yang based on novelnya Nicholas Sparks (filmnya ga sebanding sama novelnya).
Film ini nyeritain:
  • Paige yang hilang ingatan gara-gara kecelakaan. Dia lupa sama apapun yang terjadi dalam 5 tahun terakhir dan itu berarti bahwa dia ngelupain Leo yang adalah suaminya.
  • Leo berusaha ngebuat Paige ingat dan jatuh cinta sama dia lagi. Sayangnya setelah semua usaha dia, mereka akhirnya cerai.
  • Mereka ngejalanin hidup masing-masing. Paige yang ngejalanin kehidupan 'lama' dia akhirnya menemukan bahwa dia ngambil keputusan-keputusan yang sama kayak yang dia ambil dalam 5 tahun yang hilang dalam ingatan dia.
  • Paige dan Leo ketemu lagi dan mulai lagi dari 'awal'.
Ada beberapa kalimat yang gw suka dari film ini (kira-kira kayak gini):
  • Dari Leo ke Paige setelah Paige bilang dia pengen suatu hari nanti, dia bisa cinta sama seseorang sebesar cinta yang dikasih Leo ke dia ('I wish that I would be able to love someone as deep as you love me'): 
'You did once. You can do it again.'
  • Paige:
'My hands remember things that my brain doesn't.'



Menurut gw, film ini adalah film yang oke tapi nanggung banget.
Film ini ga bikin orang sedih-sedih banget (berhubung gw ga ngerasa pengen nangis atau semacamnya), meskipun kalau dipikir-pikir, cerita nih film seharusnya bisa ngebuat orang nangis banjir.
Happy ending-nya terasa janggal dan ngebuat gw ngerasa kalau nih film seharusnya ga sependek itu. Adegan terakhir yang ditampilin adalah mereka berdua yang ketemu lagi setelah sekitar setahun(?) plus ditutup dengan kata-kata yang ngejelasin kalau Paige ga pernah ingat lagi dan bahwa film ini didasari dari kisah nyata


Anyway, setelah nonton film ini, gw rasa hampir semua cewe bakal berharap bahwa ada cowo kayak si Leo yang cinta sama dia. Tentu aja, gw juga berharap kayak gitu, tapi minus kecelakaan dan hilang ingatan. =P


=)
SVialli
[23.34]
[4 - 01/03/12]

Saturday, February 25, 2012

성균관 스캔들 / Sungkyunkwan Scandal (2010)

More info: here.

Dulu sih gw bener-bener ga tertarik buat nonton drama ini berhubung ini kelihatannya kayak drama-drama kerajaan Korea yang orang-orangnya kalau ngomong pake kata-kata super panjang dan ngomongnya bener-bener lambat dan sopannya kebangetan. Intinya sih, gw cukup males nonton film yang setting-nya di kerajaan gitu. Selain itu, gw pikir, nih film kayaknya biasa banget, tentang cewe yang dandan jadi cowo dan masuk ke sekolah yang isinya cuma cowo.

Gw murni nonton nih drama cuma gara-gara nonton Punch aka Wandeukyi, berhubung yang jadi tokoh utama di film itu pernah main di drama ini (Yoo Ah In). Dan ternyata, ada si cakep Park Min Young yang main di film Man of Honor dan si Song Joong Ki yang dulu ada di Running Man

Ternyata setelah gw nonton, meskipun menurut gw nih drama tetap 'biasa' aja, gw lumayan suka sama nih drama. 

Di drama ini ada 4 tokoh utama:
  • Micky Yoochun sebagai Lee Sun Joon
Meskipun dia tokoh 'utama' yang akhirnya jadian sama si Yoon Hee, gw kurang suka tokoh ini. Dia terlalu kaku dan taat banget sama peraturan-peraturan yang ada, menurut gw, lebai banget aja kalau orang sampai sebegitunya. 
Tapi sisi positifnya, yang gw salut dari tokoh ini, dia bener-bener mempertahankan apa yang menurut dia benar dan dia ga ngebohongin diri dia dengan melawan apa yang dia rasain. Hal itu berarti, dia harus mengakui bahwa dia suka sama 'cowo' dan membuat dia sebagai homoseksual (hal yang tabu di masa itu).
Dari hal itu, drama ini nunjukin bahwa 'cinta' itu tentang apa yang seseorang rasakan, bukan apa yang seseorang 'lihat'.

  • Park Min Young sebagai Kim Yoon Hee sebagai Kim Yoon Shik
Seperti biasa, si cakep Min Young selalu cakep dan ngebawain peran dia dengan oke.
Awalnya sih, gw ngerasa kalau dia masih kelihatan kayak cewe banget pas dandan jadi cowo (mengingat anatomi tubuh/bagian dada wanita yang berbeda dari pria), tapi kayaknya setelah episode 4 atau 5, yang ngedandanin dia sadar akan hal itu dan membuat bagian 'itu' lebih rata entah pake baju lebih tebal atau lebih longgar atau pake editan computer atau entahlah.
Selain itu, dari pertama, emang udah ditegasin bahwa semua orang udah menganggap kalau 'cowo' ini emang bermuka cewe alias pretty boy. Jadinya, penampilan tokoh cewe yang dandan jadi cowo ini kelihatan lebih wajar daripada di drama lainnya.
Tokoh ini bener-bener gigih dalam menghidupi nyokap dan adik yang sakit-sakitan. Untungnya, dia adalah cewe yang cerdas, mengingat bahwa dia suka belajar, meskipun di zaman itu, ga lazim kalau cewe belajar dan jadi secerdas itu.

  • Song Joong Ki sebagai Goo Yong Ha
Jujur aja, dari pertama lihat Joong Ki di Running Man, ga tahu kenapa, gw kurang suka sama dia dan gw pikir, dia cuma cowo 'cantik' yang 'biasa' aja. Tapi ternyata pas gw lihat dia di drama ini, gw cukup sadar bahwa dia lumayan oke ngebawain peran dia.
Tokoh ini adalah tokoh playboy tajir yang 'ga terikat' sama siapapun sampai akhirnya dia ketemu sama 3 tokoh utama lainnya dan jadi teman seperjuangan mereka. 
Ada satu quote dari tokoh ini yang gw suka banget (pas si Sun Joon nanya soal suka sama sesama lelaki), kira-kira kayak gini: 'Jika membenci seseorang itu adalah dosa, mungkinkah menyukai seseorang itu salah(?)'.

  • Yoo Ah In sebagai Moon Jae Shin
Tokoh ini adalah tokoh anak 'bandel' yang pengen ngebalas kematian kakaknya dan mencari keadilan. Dia selalu nuduh kalau bokapnya ga ngerasain apa yang dia rasain tentang kematian kakaknya, tapi ternyata bokapnya ga kayak gitu. Dari sono sih, kelihatan bahwa seseorang ga boleh ngasih tuduhan sembarangan dan terkadang, kita cuma harus naruh rasa 'percaya' tanpa ngeraguin hal itu lagi. 
Gw sih lebih pengen si Yoon Hee jadian sama Jae Shin daripada sama si Sun Joon, berhubung si Jae Shin kelihatan lebih 'manusia', oke dan perhatian. 


Overall, tentang film ini:
  • bisa dibilang kalau film ini penuh sama cowo (termasuk si Yoon Hee yang tampil sebagai Yoon Shik). Emang ada beberapa cewe yang terlibat, tapi cuma peran-peran 'sampingan'.
  • Menurut gw, akhir dari drama ini kayaknya ga banget dan gw juga ga gitu ngerti soal masalah yang si tua-tua permasalahin (menteri-menteri dan raja selalu ngejar-ngejar Geum Deung Ji Sa), tapi diluar semua itu, yang main di drama ini bener-bener oke-oke banget dan ceritanya ga buruk.
Meskipun 'biasa aja', drama ini oke banget sih buat ngelewatin waktu dan banyak yang bisa kita ambil dari drama ini.

=)
SVialli
[13.30]
[6 - 25/02/12]

Friday, February 24, 2012

Wandeukyi / Punch (2011)

Tiket Berlinale 2012 - Film: Wandeukyi
More info: here


Gw nonton film ini sehari sebelum ujian, mengingat bahwa gw belum punya mood buat belajar (FYI, ujiannya sebenernya ga susah, berhubung si dosen sangat baik sekali karena udah bilang kalau cuma perlu belajar dari latihan ujian yang udah dia kasih). Anyway, (1) dalam ketidakinginan gw untuk mendekam di rumah dan (2) mengingat bahwa gw dah lama ga nonton sendiri dan (3) bahwa gw baru sempet nonton satu film yang ikut Berlinale 2012 dan (4) bahwa tiketnya sangat murah (gw lihat di website, harganya 3€ dan ternyata pas gw beli langsung pake student card, cuma 1,50€), gw pergi nonton nih film (untung masih ada tiket pas gw dateng kesono).


Banyak orang Korea beredaran di dalam bioskop dan btw, somehow di baris tempat gw duduk, berderet orang-orang yang nonton sendiri (nyebelinnya, cowo yang duduk sebelah gw tidur dan ngorok(!!!), gw pengen tabok tuh orang berhubung dia kayak ga ada apresiasi sama sekali sama nih film yang bagus banget, bagusnya, dia keluar di tengah film).


Kesan gw sebelum/setelah/pas nonton:
  • Awalnya sih, gw kurang yakin pengen nonton nih film, berhubung yang maen kayaknya ga ada yang ganteng (yeahh.., i could be so simple-minded). Dan gw pikir, ceritanya tuh biasa dan cuma mau nyorot hal-hal menyedihkan (gw ga nonton trailer-nya, cuma baca deskripsi film) karena ada kombinasi yang sering banget muncul, orang kelas menengah ke bawah, orang yang agak terbelakang, anak sekolah bandel yang punya bokap yang 'memalukan', guru yang suka ngomel-ngomel tapi sebenarnya perhatian. Dan hell yeah.., ternyata pas gw nonton (meskipun gw masih agak ragu pas beberapa menit pertama), gw suka banget sama kombinasi yang ditampilin sama film ini
  • Film ini nyeritain tentang sesuatu yang 'berat' tapi pake gaya yang lucu. Bisa dibilang kalau nih film ngebawa gw ketawa di sepanjang film (FYI, bukan cuma gw yang ketawa, tapi hampir semua orang yang nonton film ini di studio itu).
  • Film ini ngangkat soal masalah kelas mengengah ke bawah, diskriminasi ras dan imigran. Meskipun gw ga tinggal di Korea, berhubung gw orang Indonesia (yang masih merupakan negara 'berkembang' di Asia) dengan 'ras' minoritas dan merupakan pelajar 'imigran' di Jerman, gw rasa, gw bisa cukup 'ngertiin' dan 'ngerasain' apa yang ditampilin film ini. 
  • Selain itu, film ini juga nyeritain soal 'passion'. Si anak 'bandel' yang punya nilai jelek terus-terusan dan suka berantem, ternyata lebih punya 'talent' dan 'passion' di bidang lain, yang adalah boxing. Dari berantem ugal-ugalan di jalanan, jadi seseorang yang 'berantem' with rules. 
  • Di luar hal itu, film ini juga ngasih lihat soal 'guru'. Seorang guru yang 'memotivasi' dan 'ngajar' muridnya bukan pake cara-cara 'biasa' (meskipun gw kayaknya ga pernah ketemu guru yang unik banget kayak gitu). 
  • Di samping semua itu, film ini juga nyeritain soal keluarga, teman, apa hal yang sebenarnya 'memalukan' dan patut 'dibanggakan', soal 'prinsip', mimpi dan hal-hal lain yang 'penting'.
  • Berhubung nih film diangkat dari novel, gw wondering apakah emang tuh novel juga 'witty' kayak gini) dan gw jadi pengen baca novelnya juga (meskipun kayaknya belum ada yang terjemahannya).
  • Meskipun gw ga bisa bahasa Korea dan ga pernah belajar (tapi keseringan nonton drama dan variety show Korea), gw ngerasa kalau subtitle bahasa Inggris yang dipake pas gw nonton itu agak kurang akurat (ada beberapa kata, terutama kata-kata makian, yang dibuat terlalu halus dan sebagainya). 
Intinya sih, film ini bagus banget banget banget (bukan mau lebay, tapi emang bagus banget) dan kita bisa belajar banyak banget dari film ini. Menurut gw, film ini adalah salah satu film yang harus banget ditonton. Trus pas gw nanya temen gw yang Korea, dia bilang sih dia belum nonton atau baca, tapi dia bilang, nih film emang kata orang-orang bagus dan lumayan nge-boom di Korea.


=)
SVialli
[15.09]
[5 - 24/02/12]


nb: gara-gara nonton film ini, gw jadi nonton drama Sungkyunkwan Scandal.