Friday, December 30, 2011

'rasisme', 'penyamarataan', 'penghargaan' dan 'diskriminasi'

Gw kepikiran buat nulis tentang hal ini (gw ga nulis yang berhubungan dengan politik) gara-gara ada coretan di dalam lift gedung gw yang berbau 'rasisme' dan gw bingung sama orang yang bisa-bisanya nulis sesuatu kayak gitu, apalagi kemungkinan besar, orang ini adalah seorang mahasiswa/i (berhubung gw tinggal di tempat yang diperuntukkan bagi mahasiswa). 

Sebagai seorang Indonesia yang tinggal di Jerman, gw ngerasa kalau gw tuh minoritas banget, karena gw tuh bukan orang yang cerdas/jenius atau semacamnya, karena gw masih 'gagu' kalau ngomong pakai bahasa Jerman, karena gw juga kurang percaya diri dan karena beberapa hal lainnya.
Salah satu alasan lain adalah karena gw orang Asia.

Pernyataan ini bukan berarti bahwa gw ga bangga jadi orang Asia (berhubung gw lumayan bangga menjadi orang Asia) dan juga bukan berarti bahwa gw ga bangga menjadi orang Indonesia (berhubung gw cukup bangga jadi orang Indonesia, meskipun banyak yang cuma mau ngelihat negara gw dari sisi 'negara kelas tiga'). 
Sebelumnya, gw cukup 'sadar diri' untuk ga 'sadar kulit'. Sayangnya, terkadang ada hal-hal yang terjadi yang ngebuat gw 'sadar', hal-hal yang ngebuat gw 'me-'rasis'-kan diri'. 

Meskipun negara Jerman adalah salah satu negara paling maju di dunia dan Berlin adalah ibukotanya, ternyata hal 'nyebelin' berbau 'rasisme' yang cukup sering terjadi dulu pas di Indonesia juga kadang-kadang terjadi disini. Gw Indo-Cina dan seperti biasa, ada aja abang-abang yang kadang manggil-manggil 'Amoi' atau 'Ni hao!' kalau lagi lewat. Kalau disini, mereka (orang Jerman/Afrika/Eropa lainnya) memang cuma sebatas manggil 'Ni hao!'. 

Sayangnya, gw jadi wondering apakah mereka menyamaratakan semua orang Asia dengan orang Cina dan berpikir bahwa semua orang yang berwajah Asia adalah orang Cina. Berhubung Asia adalah benua yang luas dan ga cuma ada Cina di dalamnya, menurut gw sih, pikiran yang kayak gitu sempit banget (mengingat kalau orang berpendidikan ga mungkin manggil orang 'Ni hao!' sembarangan, kemungkinannya sih emang mereka yang kayak gitu memang pikirannya sempit dan pengetahuan geografinya kurang luas). By the way, yang paling ga banget adalah ketika mereka salah ngucapin 'Ni hao!'. 

Di samping semua 'rasisme' yang mengarah ke 'diskriminasi', kalau dilihat di Internet, misalnya di situs-situs kayak 9gag.com, kadang-kadang mereka suka nulis komentar kayak 'Level: Asians' buat hal-hal heboh (yang biasanya di-post atau dibuat oleh orang Asia), yang nunjukin semacam 'penghargaan' buat orang Asia. Selain itu, orang Asia juga 'terkenal' dengan ke-'rajin'-an mereka dalam belajar dan orang tua yang nge-push anaknya buat belajar

Gw jadi wondering apakah mereka menyamaratakan semua orang Asia dengan rajin dan berotak 'cerdas/jenius', mengingat bahwa pada kenyataannya, ga semua orang Asia kayak gitu (bisa dibilang bahwa yang kayak gitu sebenarnya cuma beberapa dan gw termasuk yang bukan kayak gitu). Diluar itu, gw juga wondering apakah itu cuma berlaku di Amerika yang kayaknya lebih bersahabat/friendly sama orang asing dan kurang berlaku di Jerman (berhubung artis Youtube seperti Ryan NigaHiga dan KevJumba yang adalah Asian American terkenal banget).

Lebih dari itu, gw juga wondering apakah 'penghargaan' seperti itu bisa disebut 'penghargaan dalam rasisme'.

Meskipun gw ga gitu suka kalau dibeda-bedakan dalam kategori ras, jujur aja, kadang gw juga berlindung di bawah 'diskriminasi' yang dihasilkan oleh 'rasisme'. Kalau disini (Jerman), menurut apa yang gw rasain, biasanya orang-orang Asia memang 'terkenal' berkat kemampuan mereka buat nyelesaiin soal-soal Matematika. Sayangnya, dibalik itu, mereka juga 'terkenal' buat kemampuan bicara (bahasa Jerman) mereka yang minim. Gw ngebuat hal itu jadi semacam tameng kenapa gw kurang lancar ngomong pake bahasa Jerman.

Selain itu, gw sendiri juga terkadang suka membeda-bedakan orang dalam kategori ras, misalnya: orang Jerman kurang ramah sama orang asing, orang Afrika badannya berbau, orang Eropa (selain Jerman) jago ngomong (bahasa Jerman). 

Intinya sih, gw berharap kalau gw tuh bakal bisa seminim mungkin 'melihat' dan 'menilai' diri gw sendiri ataupun orang lain dari segi ras. Gw berharap bahwa gw bisa 'melihat'  seseorang lebih jauh dari sekedar kulitnya. Bagaimanapun, dibalik tiap senti kulit, kita semua adalah manusia yang memiliki pribadi masing-masing dan layak untuk dihargai


=)
SVialli
[23.53]
[4 - 29/12/11]

No comments:

Post a Comment